fenomena-fenomena yang tidak kita harapkan, nyatanya terjadi. Bukan fenomena global warming, bukan phenomenon yg dibintangi Sandra Bullock, maupun acara Fenomena di TransTV dulu, melainkan fenomena yang saya sebut fenomena Laksono.
Menurut Wikipedia:
Fenomena Laksono adalah sebuah fenomena dimana khalayak ramai di Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya menggunakan hal-hal yang menggelikan, absurd, aneh, you name it dan mengganggu khalayak lainnya yang menggunakan jejaring sosial terkait
Berikut beberapa contoh Fenomena Laksono yang sekarang ramai dipergunakan. (klik gambar utk diperbesar)
1. Pencantuman sibling yang banyak di Facebook
fenomena ini sering kita lihat di Facebook. saya juga tak jarang menemukan fenomena ini di halaman teman yang benar2 saya kenal. Menurut analisis lanjutan dari Fenomena Laksono, hal ini bisa terjadi karena pemakai Facebook tidak mengerti terjemahan dari kata siblings. menurut mereka sibling memiliki arti : daftar teman sekelas saya.
2. Penggunaan nama Facebook yang sangat panjang.
pertama kali saya ngeliat akun Facebook ini, yang terlintas di benak saya cuma satu. what the fuck? apa siiiiiihhhhh.. dia menyebut dirinya sebagai seorang musafir, fakir miskin dan dia sedang mencari kekasih hatinya yang hilang. memang keterlaluan orang tuanya memberi nama anak seperti itu. mungkin, nama orang tuanya adalah “andi seorang fakir miskin kaum papa dan berharap seorang anak yang berbakti kepadaku“. Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Laksono Research Group, 76.53% pengguna Facebook menterjemahkan kata “Name” sebagai : deskripsikan secara singkat diri Anda.
3. Penulisan yang sukar dibaca oleh pengguna lainnya.
bagi yang tidak bisa baca, ini dia namanya : Si Nona Wawan – Abhoetz. Beliau telah menerapkan prinsip nomor 2 dalam teori Fenomena Laksono, ditambah dengan gaya penulisan nama seperti orang Rusia dan Yunani. Buat pemilik akun Facebook terkait saya punya pesan buat Anda, yang nampaknya hanya Anda yang mengerti pesan tersebut. Begini pesan saya : !@#$%^&*()(*&^%$ .
4. from @ABGjakarta :
(¬_¬”)(¬_¬”) tweet belum afdol jika belum ada \( •̃͡ -̮ •̃͡)/ -̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )(˘⌣˘)ε˘` (“•˘з˘•)
Survey yang dilakukan terhadap pengguna Twitter menunjukkan bahwa 69.88% pengguna aktif twitter (yang tiap 5 menit ngetweet (termasuk saya)), menggunakan emoticon-emoticon aneh dalam 1 diantara 4.56 tweetnyaa. Fenomena ini merebak di awal tahun 2010 dan semakin para followernya membaca, semakin mereka ingin ke akhir tahun 2012 – doomsday.
Ya begitulah 4 butir aksioma dalam Fenomena Laksono. Sekali lagi ini hanya penelitian semata dan tidak ada maksud untuk menyinggung para pemakai aksioma tersebut.







1 Trackbacks / Pingbacks
Ilusi Optik Buatan Saya « jiwo bagus laksono August 13th, 2010 at 08:45
[...] kata Fenomena Laksono sih Yang kalian lihat sebagai orang normal dari luar, bisa saja menggunakan aksioma-aksioma [...]